Namanya Nasi Tékor, sebuah warung makan khas Bali yang berlokasi di kawasan pintu masuk areal Gong Perdamaian - Kertalangu. Berbeda dari warung-warung kebanyakan, warung yang satu ini mampu membangkitkan nostalgia akan suasana Bali tempo dulu dengan kesederhanaanya.

Tidak ada yang nampak mewah atau modern dari warung ini, tempatnya terlihat sangat sederhana dan natural. Bangunan paon (dapur) dan warungnya menjadi satu, berupa gubuk kecil dengan konstruksi kayu dan bambu, peralatan masaknya juga masih sangat tradisional. Tidak ada kompor yang ada hanya jalikan; tungku tradisional berbahan dasar tanah liat dengan kayu bakar di dalamnya. Beberapa patung-patung paras Bali nampak menghiasi sudut-sudut warung, meja dan kursi sederhana berbahan dasar kayu daur ulang, tumpukan kayu bakar, bahkan kungkungan (sarang lebah dari batang pohon) bisa kita jumpai ditempat ini. Ditambah lagi dengan lampu-lampu kuno bergelantungan diantara tiang-tiang bambu, semakin kuat membangkitkan kenangan akan masa kecil dan suasana Bali puluhan tahun yang lalu.